Berlatarbelakang sikap bodoh dari salah satu penggawa Timnas U-16 yang akan mengikuti ajang Piala AFF U-16 2018, Malaysia sepertinya membuat kasus ini menjadi tambah besar dengan cara yang tak elok. Seperti dikutip dari nst.com.my (02/08/18), pihak Malaysia kembali melontarkan pernyataan yang terkesan sangat berlebihan.
Pihak Malaysia lewat Komite Olimpiade Malaysia (OCM) mengatakan bahwa mereka cukup khawatir dengan keselamatan para atletnya pasca insiden tersebut.
"Kami diberitahu soal situasi keamanan saat ini di Indonesia dan langkah-langkah yang akan diambil di venue-venue Asian Games. Polisi akan berkoordinasi dengan tim keamanannya di kedutaan kami di Jakarta dan memberi bantuan atau saran yang diperlukan," kata Chef de Mission (CdM) Malaysia Datuk Seri Abdul Azim Mohd Zabidi.
Ini jadi pernyataan kedua yang sangat berlebihan menanggapi situasi di Indonesia jelang Asian Games 2018. Sebelumya pelatih Timnas Malaysia, Ong Kim Swee menyebut bahwa anak asuhnya tidak mempermasalahkan jika harus naik kendaraan tempur seperti baracuda selama perhelatan Asian Games 2018.
"Saya sudah dihubungi Presiden FAM (Asosiasi Sepak Bola Malaysia), Datuk Hamidin Mohd Amin, di mana kami akan mendapat seorang petugas keamanan yang melekat bersama tim karena kami tahu situasi di sana (Indonesia) cukup tegang," kata Ong seperti dikutip dari bola.com (02/08/18).
Dua pernyataan tersebut tentu saja berlebihan. Situasi yang ada di Indonesia pasca aksi bodoh pemain Malaysia, Amirul Ashrafiq Hanifah tentu saja sangat aman. Jika pihak Malaysia hanya bersandar pada tindakan psywar segelintir suporter Indonesia yang marah pada saat Malaysia vs Thailand di Piala AFF U-16 hal ini tentu saja sangat berlebihan dan tidak masuk akal.
Terkait psywar tersebut, pihak Malaysia pun sudah bertindak berlebihan dengan menyurati AFF dan AFC dan berharap Indonesia mendapat hukuman. "AFF tengah dalam proses mengumpulkan semua bukti yang berkaitan dengan masalah ini sebelum mengambil tindakan yang sesuai dalam panduan Sepak Bola Asia." bunyi pernyataan federasi sepakbola Asia Tenggara, AFF.
Tindakan Malaysia ini tentu saja seperti mengingatkan kita kepada pidato Bung Karno pada 27 Juli 1963. "Kalau kita lapar, itu biasa, Kalau kita malu, itu juga biasa, Namun, kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!"
Ya tindakan Malaysia tersebut jelang pembukaan Asian Games 2018 seperti menginginkan negara ini dibuat malu di mata internasional. Solusinya sebenarnya tidak perlu lagi memberi kesan negara ini menakutkan untuk mereka namun lebih tunjukkan bahwa kita bisa menjadi tuan rumah yang baik di Asian Games 2018.