Memang permasalahan yang cukup kompleks masih mendera pabrikan raksasa berlambangkan garpu tala, yakni Yamaha. Sejak seri Assen tahun 2017, tim asal Jepang ini masih belum bisa membawa pembalapnya menapakkan kaki di pucuk podium.
Rossi dan Vinales masih harus menemui tembok terjal di posisi kedua untuk menuju posisi satu. Ada saja permasalahan yang mendera mereka terutama masalah pengembangan elektronik yang seakan masih buntu. ECU Magnetti Marelli masih belum padu dengan motor M1 andalan Yamaha.
Tentu dengan masalah elektronik pastinya akan merembet ke seluruh bagian motor yang krusial. Masalah degradasi ban, hingga chasis menjadi contoh betapa rumitnya efek yang ditimbulkan akibat belum ditemukannya solusi pada ECU mereka. Tak ayal kedua pembalap Yamaha masih belum bisa untuk melangkah lebih jauh lagi.
Namun perlahan tapi pasti, kedua pembalap Yamaha tengah menemukan sedikit sentuhan dari permasalahan yang ada. Podium terus diraih baik oleh Rossi dan Vinales. Keduanya mampu tampil sangat cepat, bahkan kini mereka mampu menempat posisi kedua dan ketiga klasemen.
Duo Yamaha kali ini adalah yang paling dekat untuk bisa menghentikan dominasi Marquez. Di sisi lain, kami yakin tim sekelas Yamaha akan mampu akan segera menemukan solusi yang tepat. Apabila itu terjadi, hampir dipastikan langkah Marquez untuk bisa meraih kembali gelar juara akan menemui jalan terjal.
Lalu apabila kebangkitan Yamaha itu benar adanya, kira-kira diantara Rossi dan Vinales, siapa yang paling pantas untuk menjadi lawan terberat Marquez dalam memperebutkan gelar juara dunia musim ini dan seterusnya.
Rossi dan Vinales Yang Memiliki Kelebihan Dan Kekurangan
Secara posisi di klasemen dan juga torehan poin pada musim ini, tentu Rossi lebih unggul. Namun beberapa balapan terakhir Rossi dan Vinales menunjukkan performa yang sepadan. Valentino Rossi, dengan segala pengalamannya masih terus menunjukkan perlawanan yang luar biasa.
The Doctor membuktikan bahwasannya usia bukanlah batasan bagi seorang pembalap. Ia masih memiliki performa dan visi yang tinggi, terlihat bagaimana kemampuan dan mentalitasnya dalam menghadapi setiap pertarungan yang sangat ketat.
Meski usianya kini menginjak 39 tahun, diatas motor ia terlihat lebih muda 10 hingga 15 tahun. Ia masih cukup sulit untuk dikalahkan. Namun di sisi lain usia juga tidak bisa membohongi. Tekanan-tekanan yang diluncurkan Rossi sedikit lebih mengendur dibandingkan dahulu.
Ditambah lagi adaptasi Rossi dengan sistem elektronik yang hampir mengontrol seluruh aspek pada motor menjadi salah satu batu sandungan tersendiri. Karena pada dasarnya Rossi muncul pada era MotoGP yang berbeda. Di sisi lain Vinales adalah lawan yang paling ideal bagi Marquez saat ini.
Usianya masih 23 tahun, terpaut 2 tahun lebih muda dari Marquez. Ia adalah tipikal pembalap yang cukup cepat dan memiliki jiwa petarung yang luar biasa. Hampir sama dengan Rossi dan Marquez. Bisa kita lihat manuver-manuver yang dilakukan Vinales bisa dikatakan cukup berani.
Satu gelar juara dunia di kelas pemula yakni Moto3 dan juga runner-up kelas Moto2 menjadi bukti kelas seorang Vinales sebagai pembalap papan atas. Namun bukan berarti ia tidak memiliki kelemahan. Mungkin anda akan setuju kalau Vinales itu layaknya mesin diesel.
Ya, "terlambat panas" itulah penyakit yang selalu muncul dari pembalap berjuluk 'top gun' yang satu ini. Lap-lap awal seakan menjadi bencana bagi Vinales, ditambah kemampuannya dalam melakukan start bisa dikatakan buruk. Vinales sepertinya wajib untuk memperbaiki kelemahannya ini.
Maka kita sering melihat bagaimana Vinales agak kesulitan untuk menempati posisi pertama karena lawan sudah terlalu jauh untuk dijangkau.
Siapa Yang Harus Diwaspadai, Rossi dan Vinales?
Dibalik semua kelebihan dan kekurangan dari kedua pembalapnya, kebangkitan Yamaha merupakan sebuah sinyal bahaya bagi para rival. Terutama untuk pembalap terkuat saat ini Marc Marquez. Untuk menjawab siapa yang harus lebih diwaspadai, kami kira terlalu subjektif apabila kita hanya memilih salah satu dari keduanya.
Karena apa, keduanya sangatlah kuat. Namun apabila kita melihat dari beberapa pertimbangan yang saya sebutkan tadi, untuk saat ini Valentino Rossi memiliki potensi lebih besar untuk merusak dominasi Marquez. Mungkin kami tidak akan pernah bosan mengatakan bahwa faktor pengalamanlah yang menjadi anugerah terbesar baginya.
Sementara kekuatan Vinales masih tertutupi oleh kelemahan yang dimilikinya. Namun apabila ia mampu memperbaiki itu semua bukan tidak mungkin rider asal Spanyol tersebut bisa menggantikan posisi Rossi dalam perebutan gelar juara dunia. Di sisi lain Vinales adalah rival utama yang paling cocok bagi Marquez di masa mendatang.
Kesimpulannya, apabila nantinya Yamaha akan bangkit para rival terutama Marquez sepertinya harus memberikan fokus lebih kepada sosok The Doctor Valentino Rossi. Diikuti juga The Baby Alien harus mewaspadai perkembangan dari sosok Vinales. Yang jelas akan ada tebing terjal yang siap menghalangi Marquez untuk gelar musim ini.
Rossi dan Vinales adalah dua rider kuat yang memiliki karakternya masing-masing. Akan sangat beruntung bagi Yamaha apabila tim ini bisa mengambil manfaat dibalik ambisi yang dimiliki kedua rider tersebut. The Doctor dan Top Gun adalah sebuah kekuatan yang memiliki potensi menjegal The Baby Alien yang berkuasa saat ini.
“Untuk membuat persaingan gelar tetap terbuka, Anda perlu mencari cara untuk melaju lebih kencang. Karena untuk membuatnya kesulitan Anda perlu sedikit lebih sengit, jika tidak ini akan terlalu mudah baginya." -Valentino Rossi dikutip motorsport.com