Pembalap tim Yamaha, Valentino Rossi. Ternyata memiliki keinginan yang dianggap paling bodoh nyeleneh, bahkan terkadang tidak masuk diakal kata perancang Yamaha YZR-M1 yang berlaga di MotoGP. Yamaha YZR-M1 sendiri dikembangkan oleh, Masao Furusawa. Engineer Yamaha Motorsport itu menghantarkan Valentino Rossi merebut 4 gelar juara dunia bersama tim Yamaha.
Seperti dilansir laman Crash.net (1/8/2018), pada akhir musim 2010 yang lalu, terekam percakapan dalam obrolan Valentino Rossi dan Masao Furusawa, oleh Yamaha Motor Company (YMC).
"Saya masih ingat pertama kali tes Yamaha YZR-M1 tahun 2004. Saya heran kenapa kamu lebih memilih mesin yang tenaganya paling rendah," ucap Masao Furusawa.
Saat tes mesin pertama pada tahun 2004, Valentino Rossi diberikan pilihan lima jenis mesin, bukannya Rossi memilih mesin yang tenaganya gede, malah sebaliknya dia lebih memilih jenis mesin yang tenaganya paling rendah.
"Saya butuh keseimbangan, power yang enggak besar tapi merata. motor mudah dikendalikan," tegas Valentino Rossi beberapa tahun lalu.
Hal Inilah yang diinginkan Valentino Rossi untuk motornya sampai saat ini, Power mesin yang besar tapi tidak ada artinya kalau sulit dikendalikan.
Musim ini Valentino Rossi mengakui jika Yamaha YZR-M1 punya power yang lebih besar ketimbang pada musim 2017 lalu.
"Masalahnya enggak seimbang. Ketika di tikungan power enggak bisa dikendalikan. Akhirnya, ban motor cepat aus," tambah Rossi.
Valentino Rossi pun saat ini, ia menginginkan perubahan di bagian pengembangan elektronik, nah. apa bila Teknisi elektronik Yamaha YZR-M1 bisa memenuhi kebutuhan Rossi, Yamaha bisa lebih berbahaya di 10 seri selanjutnya MotoGP 2018.