Elektronik di MotoGP salah satunya mengatur meliki fungsi sebagai kontrol traksi. Walau pergelangan pembalap memecutnya kasar, elektronik pada girboks yang akan sesuaikan tekanan roda dengan aspal.
Jika mapping elektroniknya nggak ketemu, kembali pada trik pembalap memainkan throttle atau selongsong gas, agar bisa kelola ban sampai finish.
Kemungkinan kontrol traksi elektronik M1 Valentino Rossi sesuai keluhannya belum sempurna, maka membedakan penggunaan ban belakang dibanding milik Marc Marquez seperti pada foto yang lagi viral.
Kerusakan ban seperti M1 Rossi itu, bisa saja dipengaruhi suspensi. Macam cerita Rossi yang Sabtu di Jerman mereka membangun set-up pada balance M1. Salah satunya setelan suspensi.
Ada lagi, di saat bersamaan Jorge Lorenzo yang menggunakan ban belakang medium sama dengan Rossi, juga ngedumel. Padahal elektronik Ducati disebut Rossi sudah setara Honda. Di akhir-akhir lomba Lorenzo kehilangan grip sangat besar dari roda belakangnya yang pakai ban medium.
Karenanya, kerusakan roda belakang Rossi lebih parah dari Marquez yang soft,
Lorenzo menilai Marquez yang memilih ban bertipe soft telah membuat akselerasi RC213V milik pembalap Honda itu semakin menjadi-jadi mendekati akhir balapan. Padahal kebiasaan Marquez menurut Lorenzo ialah menggunakan ban belakang bertipe medium ataupun hard.
“Sepertinya Marc (Marquez) dalam dua balapan terakhir menggunakan ban belakang soft di mana biasanya dia memakai medium atau hard. Jadi, saya tidak tahu apakah mereka menemukan sesuatu atau berkonsentrasi di akhir pekan untuk dapat menggunakan ban ini,” ujar Lorenzo, seperti yang diwartakan Crash, Jumat (20/7/2018).
“Saya memungkinkan menggunakan ban tersebut du bagian depan, karena motornya tidak mengalami banyak kerugian seperti pada lintasan lainnya. Jadi saya pikir, saya menang di Mugello dengan menggunakan ban bertipe soft di bagian depan. Saya menang di Montmelo dengan ban soft di bagian depan. Saya menggunakannya juga dalam dua balapan terakhir. Masalahnya bukan pada ban bagian depan. Itu sangat sempurna sampai akhir,” jelas Lorenzo, menukil dari Crash.