Fakta bahwa hanya dua nama, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, yang selalu menjadi terbaik dalam 10 tahun terakhir dipesepakbolaan dunia bisa jadi adalah hal yang luar biasa. Kedua pemain ini konsisten untuk selalu jadi yang terbaik secara bergantian tanpa memberikan kesempatan pemain lainnya.

Tapi usia tak bisa dibohongi. Dengan semakin bertambahnya umur, hanya masalah waktu era kedua pemain ini akan berakhir digantikan pemain-pemain yang lebih muda. Salah satu penerus sebut saja Neymar dari Brazil. Diusianya yang masih 26 tahun, Neymar memang belum menorehkan prestasi gemilang seperti duo Portugal dan Argentina itu. Tapi jalan menuju jadi yang terbaik terbuka lebar karena olah bola Neymar bisa dikatakan yang hampir setara Ronaldo-Messi.

Salah satu aksi Neymar Dilaga kontra Meksiko yang dianggap diving. Gambar: news.com.au
Sayangnya, atittude seorang Neymar dilapangan bisa jadi faktor penghambat. Jika Ronaldo dan Messi menjadi terbaik karena kerja keras mereka, pemain bernomor punggung 10 di timnas Brazil itu justru lebih suka meminta bantuan wasit untuk menang dengan cara kerap melakukan diving.

Melawan Mexico dilaga 16 besar Piala Dunia Rusia contohnya. Meski membukukan satu gol dan satu assist untuk kemenangan 2-0 Brazil, Neymar sampai harus disindir pelatih Mexico karena memperlambat waktu dengan pura-pura kesakitan saat terlibat perebutan bola di pinggir lapangan. Laga terhenti hampir empat menit yang memancing kemarahan pemain dan official Mexico yang sedang mengejar ketertinggalan 0-1.

Begitu juga di laga sebelumnya lawan Kostarika. Membutuhkan kemenangan untuk bisa lolos dari fase grup, para pemain Brazil mencoba segala cara untuk membobol gawang lawan. Pada menit 83, Neymar terjatuh saat duel dengan bek lawan, wasit pun segera menunjuk titik putih, tapi karena saran VAR, penalti dibatalkan, Neymar pun mendapat cemoohan karena aksi divingnya itu.

Sepakbola tak hanya soal kalah dan menang semata. Sportifitas harus dijunjung setiap pemain bola siapapun dia. Jika Neymar tak juga merubah perilakunya di lapangan, jangan harap status menjadi pemain terbaik dunia menggantikan Ronaldo dan Messi bisa diraih.