MotoGP Assen berjalan penuh persaingan. Persaingan podium satu terjadi diantara delapan pembalap yang dari awal sampai akhir balapan tetap menempel ketat, sehingga kemenangan seperti ditentukan oleh kartu yang diacak.
Rossi yang memulai balapan dari posisi tiga harus mundur dua posisi setelah balapan dimulai. Satu persatu pembalap dilewati di tiap lap hingga ia menmpati posisi dua di belakang Lorenzo. Saat melewati tikungan cepat, Lorenzo melambat secara tiba-tiba sehingga Rossi yang kaget pun menabrak bagian knalpot motor Lorenzo. Beruntung kedua pembalap tidak mengalami insiden saat itu.
Posisi Rossi kemudian terus menurun hingga ke posisi ke tujuh. Rossi kembali melakukan overtake satu-persatu pembalap. Hanya satu pembalap yang membuat Rossi kesulitan. Dia adalah Dovizioso. Rossi selalu menyalip Dovi di tikungan, tetapi selalu kalah di trek lurus setelah itu. Persaingan Rossi dengan Dovi ini hampir mirip kasusnya dengan pertempuran Rossi dengan Stoner di Laguna Seca pada tahun 2008.
Rossi pun tak mampu melawan keganasan mesin Ducati meskipun ia sempat mengovertake Dovi di cichane akhir. Tetapi tetap saja teknologi tak bisa dibohongi.
Jangankan mengembangkan teknologi, masalah ECU yang dialami yamaha juga masih menjadi momok permasalahan Yamaha. Motor M1 Rossi dan Vinales kerap kali terlihat bergoyang karena kehilangan grip belakang. Hal ini tentu saja merupakan PR yang harus segera diselesaikan Yamaha jika ingin meraih kemenangan lagi.
Akhir balapan pun dimenangkan oleh Marquez, diikuti oleh Alex Rins dan Maverick Vinales di podium dua dan tiga. Sedangkan Rossi harus tertahan di posisi lima. Hal ini membuat Rossi semakin jauh tertinggal dari pemimpin klasemen sementara, Marc Marquez.