Seperti dilaporkan Fifa.com (16/07/18) Prancis menyegel gelar juara Piala Dunia 2018 usai mengalahkan perlawanan spartan para pemain Kroasia dengan skor 4-2. Prancis menang berkat empat gol kemenangan, yakni gol bunuh diri Mario Mandzukic pada menit ke-18, gol Antoine Griezmann (38'), Paul Pogba (59'), Kylian Mbappe (65').
Kroasia yang tampil habis-habisan sempat berusaha mengejar ketertinggalan lewat dua gol yang masing-masing diciptakan oleh Ivan Perisic pada menit ke-28 dan Mario Mandzukic pada menit ke-69. Tapi sampai dengan laga bubar skor 4-2 bertahan untuk kemenangan Prancis.
Stadion yang menurut catatan Watchstadium.com (16/07/18) mulai digunakan 62 tahun silam atau tepatnya pada 1956 itu konon pernah menjadi panggung pidato bagi Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno beberapa bulan setelah stadion itu diresmikan penggunaannya.
Terlepas dari sejarah yang ditorehkan oleh Prancis dan hasil Piala Dunia 2018, sadarkah kita, jika Stadion Luzhniki yang jadai venue partai final itu ternyata miliki kaitan sejarah dengan Indonesia.
Maka jangan heran jika desain tampilan dan konstruksi bangunan stadion tempat Paul Pogba dan kolega angkat piala itu tampak mirip dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang ada di Senayan, Jakarta.
Pasalnya, konon gagasan pembuatan SUGBK itu memang lantaran Soekarno terinspirasi dengan Stadion Luzhniki tersebut. Ditambah lagi konsultan dan arsitek pembangunan SUGBK itu belajar banyak dari Rusia yang kala itu masih bernama Uni Soviet.
Kini SUGBK yang resmi digunakan pada 1960 itu akan kembali ikuti jejak sejarah Stadion Luzhniki. Jika stadion yang punya kapasitas 81 ribu penonton itu baru saja menjadi saksi sejarah Piala Dunia, maka SUGBK dengan kapasitas 78 ribu penonton itu akan jadi saksi sejarah pembukaan Asian Games 2018 pada Agustus mendatang.