Pembalap dari tim pabrikan movistar yamaha, valentino rossi dan vinales musim ini memang belum mampu kembali meraih hasil balapan yang benar-benar impresif. Pembalap 39 tahun tersebut saat ini hanya mampu naik kepodium juara ke tiga, dan belum satu kalipun sukses di podium pertama. Namun bukan berarti capaian tersebut benar-benar buruk, buktinya adalah the doctor untuk sementara sukses berada di posisi ke dua kelasmen pembalap sementara, di belakang marc marquez yang unggul 41 poin.
Sedangkan untuk vinales hal tersebut juga tidak terlalu berbeda, di musim ini dirinya juga bahkan hanya beberapa kali naik ke podium juara, dan sisanya hanya bersaing di baris papan tengah melawan para pembalap dari tim-tim satelit.
Melihat bagaimana peforma dari pembalap andalannya di musim ini, meregalli menyebut kalau semuanya harus mendengarkan instruksi dari tim Yamaha, bukan langsung bertindak sembarangan. Hal tersebut paling jelas di utarakan kepada maverick vinales yang di rasa terlalu mudah untuk langsung melakukan tindakan tanpa berpikir panjang.
“Dia masih muda, tetapi dia memiliki keinginan ekstrem untuk meraih kemenangan. Kadang-kadang dia tidak mendengarkan atau menunggu terlalu lama dan akhirnya membuatnya sampai ke bagian bawah masalah. Dia (Vinales) harus mencoba lebih tenang atas masalah ini,” ujar Meregalli seperti dilansir dari Tuttomotoriweb.com (7/7/2018) .
"Kami mengetahuinya dan menghormatinya sebagai pembalap. Kami mencoba untuk menunjukkan kepadanya bagaimana dia harus menghadapi situasi seperti itu. Saya rasa Vinales harus lebih mendengarkannya,” tutup Meregalli.
Tentu sangat menarik untuk kembali di saksikan pada balapan selanjutnya, mampukah para pembalap dari masing-masing tim kembali menampilkan aksi-aksi hebat seperti di balapan motogp assen, belanda. Tentu pembalap dari pabrikan juga tidak bisa menggap enteng para pesaing dari tim satelit yang di musim ini kembali mampu menebar ancaman.