Pembalap Honda, Marc Marquez, mengaku membatalkan serangannya di lap terakhir kualifikasi GP Mugello, Sabtu (2/5), karena ia tak ingin pembalap lain, terutama Valentino Rossi, mempelajari gaya berkuda dan juga strateginya.

Kepada media usai sesi kualifikasi, sang juara bertahan itu mengatakan bahwa ia sebenarnya memiliki kecepatan yang dibutuhkan untuk merangsek ke grid depan sesi kualifikasi. Tapi karena ada Valentino Rossi dibelakangnya, ia membatalkan rencana tersebut dan lebih memilih untuk disalip pembalap lain dan memulai perlombaan dari posisi keenam.

“Pada lap terakhir, ketika dia (Valentino Rossi) sudah di pole, saya menemukan dia di belakang saya,” kata Marquez dilansir dari Sky Sport, Minggu (3/5).

“Itu hal normal untuk mempelajari strategi pembalap lain. Saya juga mencoba memahami apa yang orang lain lakukan. Tapi saya lebih suka untuk membatalkan perjalanan serta serangan saya di lap akhir dan mulai diposisi keenam, daripada membiarkan dia (Rossi) belajar sesuatu dari saya.

“Di Mugello kita bisa belajar banyak dengan mengikuti orang lain. Di sini kita bisa mengambil jejak, dan saya telah membatalkan beberapa lap di kualifikasi hanya untuk tidak memberikan jejak kepada lawan,” tegasnya.

“Posisi pole Rossi luar biasa, karena dia meningkat menjadi 46,2 detik di trek panas. Ia memiliki kecepatan, tapi kita akan melihat apa yang akan dilakukan dalam balapan. Dua Yamaha akan maju, dan akan sangat penting untuk memahami bagaimana mereka akan melaju diperlombaan,” ujarnya.