Siapa bilang formasi yang santer terkenal di era tahun 2000 an di Indonesia itu merupakan sebuah formasi monoton dan kuno dan tidak bisa mendapatkan hasil maksimal? Buktinya di bawah Southgate formasi kuno yang kerap dipakai Indonesia itu berhasil menampakan hasil positif.

Saat itu kita sering disuguhi hampir semua tim dari kasta sepak bola Indonesia rajin menggunakan format demikian, dan nyaris Timnas pun melakukan hal yang sama, sehingga pada saat itu ketika ada sebuah tim melakukan strategi yang berbeda dari tim lainnya akan sangat aneh.


Hingga akhirnya di era modern ini banyak tim yang move on termasuk Timnas Indonesia juga melakukan perubahan besar-besar dalam pola formasinya. Kita yang dahulu familiar dengan susunan 3-5-2 sekarang kita lebih familiar dengan formasi 4-4-2, 4-3-3 atau 3-4-3.

Wajar saja memang karena kita mengikuti perkembangan, akan tetapi ketika formasi 3-5-2 seolah mulai terlupakan akhirnya Timnas Inggris bersama Southgate berhasil merancang skema baru dengan berbasis pada 3-5-2. Southgate mengembangkan pola tersebut menjadi warna baru dengan menaruh satu pemain sebagai pivot di depan tiga bek.


Hingga akhirnya terciptalah skema variasi dari 3-5-2 menjadi 3-1-4-2. Menyimpan J. Henderson sebagai pivotnya akan membuat Timnas Inggris banyak varian serangan yang dimulai dari sektor tengah.

Dilansir dari skysports (12/6/2018) Setelah Southgate memberlakukan formasi ini alhasil Inggris berhasil meraih dua kemenangan penting ketika melawan Nigeria dan Kosta Rika.

Hasil ini membawa dampak positif bagi Inggris untuk menghadapi Piala Dunia nanti, apalagi saat ini skuat Inggris lebih banyak di dominasi oleh para pemain muda, tentu talenta pemain muda akan lebih menggigit.