Pernahkah motor satelit menjuarai ajang balap kelas MotoGP, mungkin pertanyaan ini pernah terbesit dalam pikiran kita. Karena pada kurun waktu 20 tahun terakhir saja, motor pabrikan sangat mendominasi kejuaraan. Sementara motor satelit yang digunakan tim independent selalu kesulitan untuk bersaing menjadi juara dunia.
Peserta ajang balap MotoGP memiliki satu tim pabrikan utama. Biasanya para peserta akan mengutamakan segala pengembangan pada tim pabrikan utama mereka untuk bersaing dalam kejuaraan. Senada dengan motor, pembalap yang dikontrak pun adalah pembalap utama.
Nah sebagai penyokong, penyelenggara memberikan ruang bagi pihak manapun untuk bisa membuat tim di ajang ini secara independent dan sering disebut sebagai tim satelit. Nah pihak itu berhak memilih bekerjasama dengan pabrikan mana untuk motor yang akan digunakan.
Namun karena statusnya sebagai tim penyokong dan independen, motor yang mereka dapatkan juga bukanlah motor utama dengan berbagai update pengembangan. Kasarnya motor satelit lebih 'tertinggal' dari motor pabrikan karena tidak semua pengembangan pabrikan bisa digunakan di motor satelit.
Jadi cukup wajar apabila tim satelit cukup kesulitan dalam persaingan meraih gelar juara dunia. Namun hal ini tidak terjadi pada tahun 2001 lalu, dimana Valentino Rossi berhasil menjadi juara dunia. Pembalap asal Italia ini memperkuat tim Nastro Azzuro yaitu sebuah tim independen atau satelit dengan motor Honda NSR 500.
Pada tahun 2000, Rossi melakoni debutnya di MotoGP bersama tim ini. Rossi sukses menempati posisi Runner-up. The Doctor baru berhasil menjadi juara dunia pada tahun 2001 dengan tim yang sama. Artinya Rossi mencetak sejarah sebagai pembalap yang berhasil menjadi juara dunia bersama tim satelit.
Lalu pertanyaan muncul, apakah anda yakin kalau NSR500 yang ditunggangi Rossi pada tahun 2001 saat menjadi juara dunia adalah motor satelit?
Tim Satelit Bukan Berarti Motor Satelit
Oke, secara tim Rossi memperkuat tim satelit, namun faktanya paket motor yang didapatkan oleh Rossi adalah motor pabrikan. Rossi adalah pembalap yang memikat hati Honda setelah menjadi juara dunia GP250 pada tahun 1999. Ia sebenarnya di plot untuk bisa memperkuat tim pabrikan Honda yakni YPF Repsol.
Namun karena tim YPF Repsol telah diperkuat oleh tiga pembalap, artinya tidak ada kursi kosong untuk Valentino Rossi. Honda pun memberikan satu tempat khusus bagi Rossi di tim satelit Nastro Azzuro bentukan tim pabrikan Honda. Pabrikan asal Jepang ini pun langsung mempercayakan paket motor pabrikan kepada Rossi.
Tidak hanya itu, saking percayanya Honda kepada Rossi sebagai aset yang cukup berharga mereka juga menunjuk mekanik terbaiknya yakni Jeremy Burgess untuk ikut membantu Rossi.
Kepercayaan tersebut tidak disia-siakan oleh Rossi yang pada dasarnya memilki bakat dan kemampuan yang spesial. Maka tak heran, Rossi mampu meraih posisi Runner-up klasemen akhir pada tahun 2000 dan juara dunia di tahun 2001. Pada akhirnya tahun 2002 era MotoGP, Valentino Rossi mampu memperkuat tim pabrikan Honda.
Tim Satelit bisa mendapatkan paket motor tim pabrikan dengan berbagai kesepakatan yang ada. Apalagi pembalap dari salah satu tim satelit memiliki kualitas yang bagus, tim juga akan mempertimbangkan untuk memberikan paket motor pabrikan agar bisa ikut bersaing dalam kompetisi.
Sama kasusnya seperti apa yang terjadi pada Marco Simoncelli. Meski ia memperkuat tim satelit San Carlo Honda Gresini, pabrikan Honda memberikan paket motor yang sama seperti yang digunakan Pedrosa, Stoner, dan Dovizioso.
Meski begitu, motor era 2 tak merupakan motor yang sulit untuk dikendalikan. Meskipun Rossi menggunakan paket motor pabrikan, skill yang dimiliki Rossi juga andil besar bagi kesuksesan dirinya dan tim Satelit yang ia bela. Kesimpulannya Rossi menjadi juara dunia dengan tim satelit, bukan motor satelit.