Tak terasa MotoGP musim ini telah memasuki seri ketujuh, tepatnya di sirkuit Catalunya, Spanyol hari Minggu lalu. Marc Marquez dari Repsol Honda untuk sementara menjadi pemuncak klasemen (115 poin).
Disusul oleh Duo Movistar Yamaha, Valentino Rossi ditempat kedua (88 poin), dan Vinales ketiga (77 poin). Sebuah kejutan dibuat oleh Jorge Lorenzo, berkat dua kali jadi juara di Mugello dan Catalunya, ia kini menempati posisi ketujuh dengan koleksi 66 poin.
Dengan masih banyaknya jumlah seri tersisa musim ini, membuat peta persaingan juara dunia MotoGP tahun ini masih terbuka lebar. Sebab, Rossi yang menempati posisi kedua, sekarang hanya berjarak 27 poin dari Marquez.
Meskipun Valentino Rossi belum pernah menjadi juara sekalipun musim ini, namun The Doctor berpeluang besar meraih gelar juara dunia tahun ini. Berikut 3 alasannya, seperti dilansir dari www.motorsport.com (18-6-2018) :
3.) Makin Klop Dengan Yamaha M1
Balapan MotoGP Catalunya hari Minggu (17-6-2018) lalu, menjadi bukti makin kompetitifnya motor Yamaha M1 milik Rossi. Untuk kesekian kalinya ia berhasil menghuni podium ketiga, meskipun hal tersebut terbantu dengan jatuhnya rider Ducati Corse, Andrea Dovizioso, yang saat itu melaju di posisi ketiga saat balapan.
Untuk pertama kalinya, Rossi menggunakan kombinasi ban soft di depan dan belakang saat lomba. Hasilnya tak terlalu mengecewakan, terbukti Yamaha M1 Rossi mampu bertarung hingga akhir tanpa kehabisan ban. Padahal Rossi biasanya hanya berani menggunakan kombinasi ban medium dan hard saat race.
Pada race kali ini Rossi juga kedapatan mengubah bentuk tangki motornya, sehingga makin nyaman saat diajak menikung dengan kecepatan tinggi. Hanya soal waktu bagi Rossi bisa bertarung dengan Marquez, dan duo Ducati (Lorenzo dan Dovi), untuk memperebutkan posisi pertama saat race.
2.) Andrea Dovisiozo Tak Konsisten
Andrea Dovizioso musim lalu mampu menjadi runner-up MotoGP, dan bersaing ketat dengan Marquez memperebutkan gelar juara dunia. tak heran jika musim ini, Dovi menjadi salah satu penantang gelar paling serius selain Marquez.
Namun akhir-akhir ini Dovi tampak mengalami inkonsistensi saat balapan, ia sering terjatuh saat lomba dan gagal menyelesaikan balapan. Yang terbaru saat Dovi terjatuh di seri Catalunya hari Minggu lalu. Praktis hal tersebut menggerus poin Dovi di klasemen sementara MotoGP, ia kini berada di peringkat ketujuh dengan koleksi 66 poin.
Hal ini jelas sangat membantu peluang Rossi, untuk bisa terus menempel dibelakang Marquez di klasemen MotoGP. Sebab, Rossi memang sangat jarang bisa duel head to head dengan Dovi, karena Yamaha kalah superior dengan Ducati di trek lurus.
3.) Kebangkitan Jorge Lorenzo
Jorge Lorenzo secara mengejutkan berhasil meraih dua kali juara pertama di MotoGP musim ini, yaitu di sirkuit Mugello dan Catalunya. Hal ini jelas bisa mengancam dominasi Marc Marquez musim ini, jika ia mampu menjaga konsistensinya hingga akhir musim.
Dengan seringnya Lorenzo meraih podium pertama, ini akan mengganjal laju Marquez di peringkat klasemen sementara. Dan membantu Rossi menjaga jarak bahkan menyalip poin Marquez, asalkan bisa konsisten meraih podium ketiga atau kedua.
Kehadiran Lorenzo dibarisan depan musim ini, bisa mengganggu konsentrasi Marquez dan Dovi. Sehingga hal ini bisa memicu kesalahan keduanya saat race, seperti kurang sabar atau memacu motornya melebihi limit, yang akan membuat mereka terjatuh dan kehilangan banyak poin.
Rossi sendiri cukup hanya fokus konsisten terus meraih podium sesering mungkin. Sambil berharap para insinyur Yamaha segera menemukan solusi, terkait permasalahan ECU di motor Yamaha M1, yang selama ini jadi penghalang dirinya bersaing di barisan depan saat race.
Jika semua strategi tersebut bisa dilaksanakan Rossi dengan baik, bukan tidak mungkin gelar juara MotoGP tahun ini bakal jatuh ke tangan Rossi.