Ingat berapa kali Blaugrana turun tanpa superstarnya? Hanya dua kali saja di musim ini dan mereka terlalu mengandalkan pemain yang itu-itu saja. Inilah beda kualitas antara Real Madrid dan Barcelona, jika Los Blancos sering berani turun dengan tanpa kekuatan terbaik, eh sesekali Blaugrana mencobanya malah langsung nyungsep.

Padahal sangat sering juara Eropa bermain tanpa bukan hanya Cristiano Ronaldo, tapi bisa-bisa dalam 18 pemain yang dibawa, paling hanya ada 3-4 pemain utama yang ada dalam skuad. Ini keberanian dari rotasi dan keadilan menit bermain untuk pemainnya dari Zinedine Zidane, membuat pemainnya dan terutama Cristiano Ronaldo fit untuk Liga Champions, sejak musim lalu.

Nah sekali-kali Barcelona berani turun tanpa Lionel Messi, hasilnya mereka langsung diberondong 5 gol oleh Levante dan akhirnya menelan kekalahan pertama mereka musim ini. Padahal Barca hanya dua langkah lagi menuju musim invincible tanpa terkalahkan, tapi kunjungan ke Ciutat de Valencia malah berujung tragis saat gawang Marc Andre Ter-Stegen dijebol 5 kali.

Dan kendati Philippe COutinho mencetak hattrick dan sebiji lainnya dari Luis Suarez, itu tak menghindarkan tim Catalan dari kekalahan memalukan dengan kebobolan 5 gol dan kalah 5-4. Ya, menurut catatan transfermarkt.com (14/5/2018), Barcelona memang terbukti terlalu mengandalkan Lionel Messi di musim ini, nyaris memaksanya bermain dis setiap pertandingan.

Di La Liga, pemain 30 tahun itu total bermain dalam 35 laga sejauh ini dari total 37 pekan, ini berarti hanya dua kali saja superstar Argentina itu istirahat, termasuk kalah 5-4 ini. Berbeda dengan Real Madrid yang berani tak memforsir tenaga Cristiano Ronaldo karena memang mereka punya kualitas lebih merata di bench.

Catatan dari transfermarkt menunjukkan bahwa kapten Portugal hanya bermain dalam 26 laga musim ini, artinya sudah 11 laga dia diistirahatkan sekaligus bos Zinedine Zidane ingin memberikan kesempatan bermain bagi pemain lainnya.

Yah, sayang sekali Barca. Ini akibat dari formasi dan pilihan pemain yang membosankan dengan terlalu mengandalkan Lionel Messi. Sekali saja absen, hancur lebur sudah tim payah ini.