Sebuah skandal yang menimbulkan kecurigaan telah terjadi menjelang Final Liga Champions yang akan digelar di Kiev, Ukraina pada 27 Mei 2018.

Liga Champions sendiri selama ini dituding dipenuhi dengan skandal yang disebut-sebut menguntungkan salah satu tim. Yang paling sering disebut diuntungkan adalah Real Madrid.

Bahkan beberapa pencinta sepakbola menuding Madrid membayar pengadil pertandingan, agar mereka bisa berjaya di Liga Champions.

Madrid sendiri merupakan juara bertahan dua musim berturut-turut dan kembali masuk final musim ini, untuk meladeni tim asal Inggris, Liverpool.


Tapi sebuah kontroversi baru saja terjadi, yang disebut sangat merugikan Real Madrid. Tim asal ibu kota Spanyol itu disebut akan kalah di Final Liga Champions musim ini, karena UEFA bersekongkol untuk memenangkan Liverpool.

Dilansir oleh dailymail.co.uk (04/05/2018) situs resmi UEFA (UEFA.com) sempat memasang logo Liverpool dengan keterangan Juara Liga Champions musim 2017/2018 di beranda mereka pada hari Jumat (04/05/2018) waktu setempat.


Memang beberapa saat kemudian logo Liverpool menghilang dari situs resmi UEFA, tapi hal itu cukup untuk menimbulkan kecurigaan bahwa UEFA telah menentukan Juara Liga Champions musim 2017/18, 23 hari sebelum kickoff final dilakukan.


Liverpool sendiri lolos ke final setelah mengalahkan Roma dengan skor aggregat 7-6. Tapi dalam leg kedua yang berlangsung di Roma ada satu kejadian yang disebut menguntungkan klub asuhan Juergen Klopp itu, yaitu saat bek Liverpool Alexandre-Arnold melakukan handball di kotak penalti Liverpool.

UEFA sendiri seperti diberitakan Mirror.co.uk (05/05/2018) berkilah bahwa pemasangan Liverpool sebagai juara Liga Champions 2017/2018 adalah murni kesalahan.