Dua leg semifinal Liga Champions 2018 sudah usai digelar dan hasilnya Real Madrid akan betemu Liverpool di laga puncak yang akan digelar di Olimpiyskiy National Sports Complex, Kiev, Ukraina 27 Mei mendatang. Ini adalah kali pertama Real Madrid dan Liverpool kembali bertemu di final Liga Champions setelah 37 tahun.
Cara kedua tim meraih tiket menuju Kiev terlihat memang dalam perbedaan yang cukup kontras; Liverpool tampak dengan begitu mudah mampu membobol gawang AS Roma di kedua leg, sementara Real Madrid harus bekerja lebih keras untuk mengatasi Bayern Munich yang boros membuang peluang. Tapi itulah Real Madrid, mereka selalu mampu keluar dari tekanan - kematangan skuad dan pengalaman jelas beperan sangat penting disini.
Dan perjalanan Los Blancos menuju gelar ke-13 atau tiga kali secara beruntun tampaknya sudah di depan mata. Maaf bukan berarti meremehkan Liverpool yang akan menjadi lawan mereka di final nanti, tapi, melihat perbedaan pengalaman di antara kedua tim - Real Madrid terlihat jauh lebih siap untuk kembali menambah koleksi gelar Liga Champions mereka.
Liverpool memang pernah mengalahkan Madrid di final kompetisi tertinggi antar klub Benua Biru tersebut, tapi itu terjadi saat masih dalam format lama pada musim 1980/1981 (sebelum berganti format ke Liga Champions). Namun sejak Los Blancos berhasil menaklukkan Juventus di final musim 1997/98, sang Raksasa Spanyol berhasil menambah lima koleksi gelar lagi tanpa satu kalipun kalah di final dalam prosesnya. Mengalahkan Valencia (2000), Bayer Leverkusen (2002), Atletico Madrid (2014 dan 2016) dan Juventus kembali tidak merasakan kedigdayaan Real Madrid di final Liga Champions musim 2017/17 lalu (data : squawka.com).
Tidak ada tim lain yang berhasil mencapai final Liga Champions sebanyak yang dilakukan Real Madrid, dalam empat musim terakhir saja - tim asuhan Zinedine Zidane sudah tiga kali menjejakkan kaki di final dan Los Blancos bahkan selalu keluar sebagai juara dalam tiga kesempatan tersebut. Jadi untuk final musim ini, Real Madrid masih tetap favorit juara.
Bola itu memang bundar dan oleh sebab itulah sepakbola bisa dimainkan dengan baik, namun ketika sebuah tim bermain di final sekelas Liga Champions, tekanan lebih besar akan dirasakan setiap pemain dan situlah diperlukan pengalaman dan kemampuan setiap pemain menangani segala bentuk tekanan itu. Anggota skuad dari tim asuhan Zinedine Zidane adalah para pemain penuh pengalaman di Liga Champions, tim ini masih dihuni oleh sebagian besar para pemain yang berhasil meraih gelar ke-12 musim lalu dan jelas mereka sangat pengalaman menghadapai laga-laga besar yang memungkinkan mereka akan mampu dengan mudah menangani segala bentuk tekanan.
Berbeda dengan Liverpool, meski punya sejarah panjang di level Eropa dengan koleksi lima gelar, tapi jika menilik anggota skuad yang mereka miliki saat ini, tak ada satu pun dari para pemain Liverpool saat ini yang pernah memegang trofi Kuping Besar. Oleh sebab itulah, minimnya pengalaman akan membuat mental para pemain Liverpool diragukan akan mampu mengendalikan tekanan kala bersua klub dengan sejarah panjang dan pemain-pemain matang pengalaman di kubu Real Madrid.
Jika sudah seperti itu, seandainya laga final boleh tidak digelar, maka sebaiknya tidak usah dimainkan saja dan berikan langsung trofinya kepada Real Madrid.