Sejak awal pertandingan kedua klub memperlihatkan permainan terbuka, serangan demi serangan silih bergantian. Namun Arema terlebih dulu unggul melalui Thiago Furtuoso pada menit ke 19. Jelang satu menit Persib Bandung secara mengejutkan mampu menyamakan kedudukan melalui Ezechiel, hingga akhirnya skor berubah menjadi 1-1.
Pada babak kedua justru tim tamu yang unggul lebih dulu melalui kaki Ezechiel yang berhasil memanfaatkan umpan long pass dari Dedi Kusnandar yang membuat skor menjadi 2-1. Merasa tertinggal Arema FC kian membombardir pertahanan Persib yang dikawal Bojan Malisic.
instagram.com/Simamaung
Alhasil pemain asing mereka Balsa Bozovic mampu menyamakan kedudukan pada menit ke 88 hingga skor menjadi 2-2. Namun menjelang babak kedua usai, suporter Arema masuk ke area pertandingan yang membuat laga tersebut harus dihentikan.
goal.com
Bukan hanya itu, bahkan kepala dari pelatih Persib Mario Gomez mengalami luka, akibat lemparan benda tumpul. Sementara itu, Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, mengatakan jika awal mula kerusuhan tersebut dikarenakan salah paham, seperti dilansir dari laman goal.com 16/04/2018.
goal.com
"Sebenarnya kerusuhan ini akibat salah paham, karena Aremania kecewa dengan keputusan wasit. Beberapa orang di tribun merangsek masuk ke lapangan. Kemudian dihalangi oleh sekuriti internal (match steward), sebenarnya suporter tengah mengincar wasit, namun tetap dihalangi, dan mungkin menurut rekan Aremania dikira membela," ujarnya.
Hal tersebutlah yang diyakini menjadi biang kerok kerusuhan pada pertandingan tersebut. Tampaknya Arema harus bersiap menerima sanksi dalam beberapa waktu dekat ini. Bukan hanya ricuh, mereka juga sempat menyalakan flare dan merusak beberapa alat perangkat pertandingan, parahnya lagi mereka juga melukai pelatih Persib yakni Mario Gomez.