Satu suporter Arema meninggal dunia pasca dirawat di RSUD Syaiful Anwar sejak Selasa sore. Korban bernama Dimas Duha Romli warga Jalan Kepuh 1 Nomor 34, Sukun, Kota Malang.
Diduga kematian korban akibat mengalami sesak nafas pasca kerusuhan yang terjadi usai pertandingan melawan Persib Bandung pada Minggu 15 April 2018. Setelah Senin dilarikan pihak keluarga ke RSI Aisyiah.
Media Officer Arema FC, Sudarmadji saat dikonfirmasi menyatakan manajeme baru mendapat laporan pada Rabu siang (18/4/2018) pukul 13.00 WIB.
"Baru dilaporkan ke manajemen Rabu tadi jam 1 siang tadi. Manajemen tadi langsung ke RSSA mengurus semuanya. Tapi Tuhan berkehendak lain, pukul 15.30 WIB Dimas dipanggil (meninggal dunia)," ujar Sudarmadji melalui pesan singkat ke Okezone.

Ia menambahkan sebelumnya korban baru merasakan sakit sesak pada hari Senin lalu dibawa ke RSI Aisyiah. Namun karena kondisinya yang memburuk oleh pihak RSI diminta dirujuk ke RSUD Syaiful Anwar.
Hingga berita ini dimuat belum ada konfirmasi penyebab kematian korban dari segi medis. Pihak RSUD Syaiful Anwar pun melalui humasnya pun belum mau memberikan keterangan lengkap.
Sebelumnya, kerusuhan pecah usai pertandingan Arema FC melawan Persib Bandung. Setidaknya 220 orang dirawat di beberapa rumah sakit. Kebanyakan korban menderita perih di mata akibat semprotan gas air mata dan sesak nafas akibat berdesak - desakan.
Pertandingan tersebut sendiri berakhir imbang 2 - 2 hingga menit 92 dari 93 menit yang seharusnya dilaksanakan. Ini dikarenakan kerusuhan pecah sebelum wasit Handri Kristanto meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.