Pemain sensasional Liverpool, Mohamed Salah pernah menghabiskan waktunya di Chelsea selama satu setengah musim.
Pada 2014 lalu, ia diboyong Chelsea dari Basel dengan banderol sebesar 11 juta poundsterling atau sekitar 214 juta rupiah.
Sayangnya, ketika masih bersama Chelsea, Salah gagal membuktikan kepada pelatih Chelsea kala itu, Jose Mourinho, kemampuannya, dilansir Metro.
Hal ini menyebabkan Chelsea memilih untuk meminjamkannya ke Fiorentiona pada 2015 lalu, dan ke AS Roma yang juga pada 2015 lalu.
Salah pun akhirnya diboyong AS Roma pada 2016 lalu.
Di klub inilah pemain asal Mesir ini mampu bermain impresif hingga Liverpool memboyongnya pada bus transfer musim panas lalu.
Liverpool menghabiskan dana sekitar 37 juta poundsterling atau sekitar 720 juta rupiah untuk membawanya ke Anfield.
Bersama The Reds, ia juga mampu bermain impresif, dengan sudah mencetak sebanyak 40 gol.
Hal ini membuatnya menjadi kandidat terfavorit untuk PFA Player of The Year dan Golden Boot awards.
Ketika ditanya soal kegagalannya di Chelsea, Salah mengatakan bahwa ketika bersama The Blues ia tak mendapat banyak kesempatan untuk membuktikan kemampuannya.
"Aku tahu, ketika aku datang ke Liverpool, aku ingin melakukan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang spesial.
Aku pernah bersama Chelsea dan tak mendapat kesempatan.
Ketika aku kembali (ke Liga Primer Inggris), aku ingin menunjukkan kepada semua bahwa aku mampu.
Aku tak banyak bermain (bersama Chelsea), kalian bisa lihat dari angkanya.
Aku tak mendapat kesempatan, tapi lihatlah, ketika aku diberi kesempatan, aku akan membuktikan kepada semua yang meragukanku bahwa mereka salah.
Kalian bisa lihat perbedaanku antara dua tahun yang lalu dan saat ini.
Setiap hari aku membuktikan diri bahwa aku bisa, belajar dari kesalahanku, dan berusaha lebih baik lagi,"