Bek Juventus Giorgio Chiellini membuat tuduhan serius kepada para pemain Real Madrid atas hadiah penalti yang didapatkan oleh Los Blancos di injury time dalam laga semalam.
Para pemain Juventus pantas meradang dengan keputusan wasit Michael Oliver yang memimpin laga leg kedua babak perempat final Liga Champions Eropa 2017/18.
Keputusan untuk memberikan hadiah penalti di injury time atas pelanggaran Mehdi Benatia kepada Lucas Vazquez membuat usaha Juventus melakukan come back menjadi sia-sia.
Dua gol dari Mario Mandzukic di babak pertama dan sebuah gol dari Blaise Matuidi di babak kedua membuat agregat menjadi 3-3.

www.metro.co.uk/AFP/Getty Images

Namun perjuangan Gianluigi Buffon dan kawan-kawannya menjadi sia-sia setelah keputusan wasit Liga Premier Inggris tersebut.
Buffon bahkan harus mendapatkan kartu merah langsung dari wasit atas protesnya yang berlebih.
Dilansir dari metro.co.uk (11/4/2018), dalam tayangan ulang televisi terlihat bek Juventus Giorgio Chiellini mengeluarkan kekesalannya dengan membuat gestur memberikan uang kepada pemain Real Madrid sambil berkata 'kalian membayar, kalian membayar'.

www.metro.co.uk/BT Sport

Gestur serupa juga dilakukan oleh bek uzur ini di depan muka Ronaldo sebelum bintang Real Madrid ini dengan tenang melesakkan gol ke gawang Juventus, menjadikan Real Madrid memenangkan laga ini sekaligus melangkah ke babak semi final melawan salah satu klub Liverpool, Bayern Munich atau AS Roma.
Dengan hasil laga ini Real Madrid mencatatkan sejarah baru yaitu berhasil menembus babak semi final Liga Champions Eropa untuk ke delapan kalinya berturut-turut.
Los Blancos kini tinggal dua langkah lagi untuk mencatatkan rekor baru menjadi juara Liga Champions Eropa untuk ketiga kalinya berturut-turut seandainya bisa mengalahkan lawan-lawannya di babak semi final.

www.metro.co.uk/Getty

Undian babak semi final akan dilangsungkan hari Jumat ini di markas besar UEFA.
Keputusan wasit untuk memberikan tendangan penalti akan menjadi perdebatan yang berkepanjangan dengan sudut pandang dari berbagai pihak, namun mungkin inilah indahnya sepak bola. Penuh dengan drama.
Atau bagi mereka yang tidak puas, mungkin menerapkan VAR (video assistant referee) mungkin bisa menjadi solusi atas drama ini.