Pebalab senior dari tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi harus puas finish di posisi ke-4 pada gelaran seri MotoGP Amerika yang dihelat di Sirkuit Austin. The Doctor gagal naik podium dan harus rela menyaksikan sang rival, Marc Marquez berdiri di podium teratas merayakan kemenangannya.

Seperti biasa, Rossi selalu menjadi pebalab yang paling dicari untuk diwawancarai usai balapan berakhir. Jika biasanya Rossi selalu mengucapkan selamat kepada siapa saja pebalab yang menjadi juara, kali ini teryata tidak demikian. Bahkan Rossi sama sekali tidak menyinggung nama Marquez yang keluar sebagai pemenang dan ogah memuji kehebatan Marquez yang tampil sangat dominan di MotoGP Amerika.

Rider berusia 39 tahun itu justru lebih tertarik mengomentari kekuatan motor Tim Repsol Honda yang dinilainya menjadi penyebab utama kemenangan Marquez di Sirkuit Austin. Rossi mengakui kecepatan Honda dan secara tidak langsung menyatakan bahwa motor Yamaha masih berada di bawah level Honda.

"Itu mengkhawatirkan, mereka (Honda) sangat kuat. Motor mereka di atas motor kami semua. Mereka selalu bagus, tak peduli di kondisi apapun. Jadi ini akan sulit," tutur Rossi dikutip dari laman detik.com (23/04/2018).

Rossi nampaknya masih belum bisa menerima senggolan ilegal yang dilakukan Marquez di MotoGP Argentina, yang membuat dirinya tersungkur dan gagal mendapatkan poin. Padahal sebelum insiden itu terjadi, Rossi tidak pernah segan untuk memuji Marquez jika tampil dominan di sebuah balapan. Namun kali ini, Rossi lebih memilih untuk mengakui kekuatan Honda yang tentunya membuat persaingan di antara kedua pebalab kian memanas.