Persija Jakarta tak ubahnya seperti anak emas di kancah persepakbolaan tanah air. Hal tersebut tak lepas dari banyaknya tokoh 'penting' yang berada di balik kemudi Macan Kemayoran.
Kendati jadwal pertandingan antara Persija Jakarta kontra Persib Bandung diundur hingga tanggal 30 Juni 2018 mendatang, namun Macan Kemayoran terancam tak bisa menjamu Maung Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Pasalnya, sejak tanggal 13 Mei 2018 SUGBK harus sudah steril karena akan digunakan sebagai salah satu venue Asian Games 2018.
Akibatnya manajemen Persija terpaksa berpikir ulang mengenai rencana stadion yang akan dipakai guna menjamu Persib nanti.
Akan tetapi kubu Macan Kemayoran bisa sedikit bernafas lega setelah Komjen Pol Syafruddin yang menjabat sebagai Wakapolri siap turun tangan agar Persija tetap dapat memakai SUGBK.
Pria 57 tahun itu menyebut dirinya akan melobi panitia penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) supaya tetap memberikan izin penggunaan SUGBK kepada Persija kala menjamu Persib.
Syafruddin menilai laga klasik tersebut tak memungkinkan dihelat di luat Jakarta. Sebab jadwal yang dikeluarkan PT LIB hampir bersamaan dengan penyelenggaraan Pilkada serentak di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur pada tanggal 27 Juni 2018.
“Kita akan lobi untuk, begini, lebih aman di Jakarta, karena tidak ada Pilkada. 27 Juni itu Jawa Barat ada Pilkada, jadi lebih aman konsentrasi pasukan di sini,” ujar Syafruddin, di Jetski Cafe, Pluit, Jakarta Utara, mengutip indosport.com (28/04/2018).
Tak bisa dipungkiri faktor jabatan yang dipegang Syafruddin tentu bisa memuluskan rencana tersebut. Ia saat ini memegang kepentingan di kepengurusan INASGOC sebagai Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia.
"Nanti akan kita coba (lobi INASGOC), kan masih ada setengah bulan. 18 Agustus kan opening ceremony (Asian Games). Saya kan juga di Asian Games, bisa lobi-lobi, sama-sama di Asian Games,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina dan Pelindung Persija.
Selain Syafruddin, masih banyak lagi pihak pemangku kepentingan di organisasi olahraga nasional yang juga menduduki jabatan di tubuh manajemen Persija Jakarta. Salah satunya yang paling absurd tentu saja pemegang saham mayoritas Macan Kemayoran, Joko Driyono.